header1

Pukulan Cimande Pusaka

Indonesian Pencak Silat

header2header3header4header5header6

Embah Kahir

Yang mula-mula memberi pelajaran di Jawa Barat, hidup pada pertengahan tahun 1780, tinggal di kampung Cogreg, Bogor. Alirannya disebut Cimande, karena di tempat Embah Kahir ada kali yang bernama Cimande dan murid-muridnya berlatih di kali tersebut.

Beliau mempunyai banyak murid yang menyebar-luaskan pelajarannya; di Bogor, Jakarta, Banten, Bandung dan tempat-tempat lain di Jawa Barat. Pada tahun 1773 beliau pernah bertanding dengan orang Macao di Cianjur, disaksikan oleh Pangeran Kornel, yang pada waktu itu menjadi Kepala Cutak (Wedana) di Cianjur.

Murid-murid Embah Kahir yang terpenting ialah: "Bapak Sera", yang mempunyai banyak murid di Depok, Bogor, Jakarta, Tangerang dan Banten.

Yang menyebar-luaskan pencak Cimande di Bandung yaitu terutama anak-anak Embah Kahir sendiri sebanyak 5 orang, yaitu: Bapak Endut, Ocod, Otoy, Komar dan Oyot.

Kemudian datang lagi di Bandung dari Bogor yang mengajarkan pencak Cimande, yaitu Bapak Bidong, Mailin dan Bapak Abo.